-
DISKUSI PUBLIK
DISKUSI PUBLIK Badan koordinasi mahasiswa Papua (BKMP) Se- Kalimantan Korwil Kalteng. Dalam rangka memperingati Hari Aneksasi Papua dan Hari Buruh Internasional dengan tema “Mengapa Dianeksasi dan Bagaimana Perjuangan Buruh”. Tanggal 1 Mei bagi Papua akan memperingati dua peristiwa bersejarah penting, yaitu Hari Aneksasi atau penyerahan kekuasaan oleh PBB (UNTEA) kepada Indonesia, yang kemudian melegitimasi pendropan…
-
CERITA PERJALANAN KAMI
CERITA PERJALANAN KAMI Kami bertiga Jhosua, Gaince, dan Lipia tumbuh bersama sejak kecil di kampung tercinta, Dusun Bogomanom. Di sanalah kami belajar arti kebersamaan, bermain di alam bebas, dan menanam mimpi-mimpi sederhana yang perlahan tumbuh menjadi harapan besar. Perjalanan pendidikan kami dimulai di SD Inpres Longgy, tempat kami mengenal huruf, angka, dan arti persahabatan. Lalu…
-
KEDAMAIAN ITU HANYALAH MITOS
Papua itu tempat eksperimen, bagi mereka yang katanya dilatih untuk keamanan Negara, Tetapi menjadikan manusia tak berdosa menjadi objek percobaan, tima panas yng merenggut nyawa, sisa dari yg tersisa Pancasila itu seperti seorang ayah,yang memperkosa anaknya sendiri. Sebab Mereka sendiri yang melahirkannya,sebagai dasar negara hasil kumpulan ide,manusia-manusia serakahnamun mereka sendiri pula yang melanggarnya. hukum itu…
-
KETIKA SENYATA LEBIH NYARING DARI HATI .!
“Ketika Senjata Lebih Nyaring dari Hati” Di Puncak Jaya, suara hukum terdengar seperti gemuruh,bukan karena keadilan ditegakkan,melainkan karena peluru lebih cepat bicaradaripada nurani yang seharusnya memimpin. Di tanah ini, rakyat tak pernah meminta perang,mereka hanya ingin pagi yang utuh,namun yang datang justru langkah-langkah bersenjatayang mengubah rumah menjadi ketakutan. Siapa yang menjaga, dan siapa yang melukai?Pertanyaan…
-
Di tanah yang dijuluki surga di timur sana,angin membawa kabar yang tak lagi lembut,
Di tanah yang dijuluki surga di timur sana,angin membawa kabar yang tak lagi lembut,bukan nyanyian burung cendrawasih yang terdengar,melainkan jerit yang tertahan di balik kabut. Puncak Jaya menangis dalam sunyi,gunung-gunungnya menjadi saksi bisu,langkah-langkah kecil yang dulu berlari riang,kini terhenti oleh bayang-bayang yang tak menentu. Ibu memeluk anaknya lebih erat,seolah dunia bisa runtuh kapan saja,doa-doa terucap…