Seruan diskusi

Forum Mahasiswa Papua Pegunungan (FMPP) Se-Lapago dan Masyarakat Adat Independen Papua (MAI-P) Komite Kota Agamua

Seruan Diskusi Publik!

Kami memberitahukan kepada seluruh rakyat dan bangsa Papua Barat bahwa 1 Juli 1971 merupakan Hari Proklamasi Bangsa Papua Barat, maka seluruh rakyat dan bangsa Papua Barat untuk liburkan dirimu aktivitas dalam NKRI dan merenungkan nasib masa depan bangsa untuk anak dan cucumu nanti jika, kita masih  bersama NKRI apakah masa depan bangsa Papua Barat akan lebih baik atau lebih buruk?

Dalam momentum 55 tahun hari proklamasi bangsa Papua Barat yang jatuh pada 1 Juli 1971 di Victoria merupakan bersejarah bagi bangsa dan rakyat Papua Barat,maka rakyat Papua Barat perlu tahu sejarah bangsa Papua Barat dari rentetan ke rentetan karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tahu sejarahnya, tahu budayanya, tahu bahasanya,tahu jati dirinya dan tahu identitas kebangsaannya.

Tidak ada sejarah bangsa penjajah yang membangun Sumber daya manusia terjajah dan tertindas, melainkan yang ada sejarah adalah bangsa penjajah selalu membunuh manusia pemilik tanahnya dan merampok dan merusakkan tatanan kehidupan masyarakat adat yang merupakan bangsa tertindas.

Orang atau bangsa lain tidak mungkin datang mengajarkan sejarah bangsa kita! Maka dari itu,mari kita Belajar Bersama sejarah bangsa kita seperti 1 Desember 1961, 1 Juli 1971 dan Belajar Bersama Pelanggaran Hukum,Ham, Politik dan Demokrasi seperti pelanggaran NKRI Perjanjian New York ( New York Agreement,15 Agustus 1962), Roma Agreement (30 September 1962) pada tahun 1962 yang merupakan perjanjian tipu-tipu yang tanpa melibatkan orang asli west Papua yang merupakan punya bangsa Papua Barat dan tanah Papua Barat.

Mari kita, Belajar Bersama perjanjian Iblis dan Setan pada 7 April 1967 yang merupakan perjanjian Kontrak Karya PT.Freeport tanpa keterlibatan masyarakat adat bangsa Papua Barat, terutama suku Amungme dan suku Kamoro di Wilayah Tembagapura Papua Barat. Mari kita, Belajar Bersama sejarah Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969 yang merupakan tidak demokratis, manipulatif, rekayasa demi kepentingan NKRI untuk mengambil alih kekuasaan dan kedudukan NKRI di wilayah Papua Barat.

Mari kita, Belajar Bersama aneksasi bangsa Papua Barat kedalam NKRI pada 1 Mei 1963 merupakan kejahatan kemanusiaan dan kejahatan HAM itu benar-benar terjadi di Papua Barat, seperti Biak Berdarah 1998, Uncen Berdarah 2006, Painai Berdarah 2014, Wamena Berdarah 2003 dan pelanggaran HAM lain yang dilakukan oleh kekerasan negara dan Militerisme Indonesia lainnya terjadi di bangsa Papua Barat mulai dari pada  19 Desember 1961 sampai saat ini Negara belum mampu mengadili penjahat Ham.

Karena pelaku pelanggaran HAM dan kejahatan kemanusiaan adalah pemerintah Indonesia dan negara kolonial Indonesia itu sendiri, maka untuk mengadili dan selesaikan Pelanggaran HAM sejak 1960-an sampai  saat ini Pengadilan tertinggi untuk rakyat dan bangsa Papua hanya satu yaitu: Hak Menentukan Nasib Sendiri Bagi Bangsa Papua Barat Sebagai Solusi Demokratis, Yang Adil.
Dengan itu, kami dari forum Mahasiswa Papua Pegunungan dan Masyarakat Adat Independen Papua (MAI-P) KK Agamua akan melakukan diskusi Publik dengan bertema: “Memperingati Hari Proklamasi 1Juli 1971, Pelanggaran HAM dan Tolak Investasi”.

Diskusi publik  yang merupakan belajar bersama ini yang akan dilakukan pada 1 Juli 2026, di Kampus Unaim kota Wamena provinsi Papua Pegunungan.

Medan Juang,30 Juni 2026

Panjang umur hal-hal baik!

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai