
Politik Kiri: Borjuis vs Oportunis
1. Borjuis dalam Pandangan Politik Kiri
Dalam Marxisme, borjuis adalah musuh kelas utama. Mereka adalah kelas yang:
- Menguasai alat produksi (tanah, pabrik, modal).
- Mengeksploitasi buruh demi akumulasi laba.
- Menentukan arah ekonomi, hukum, dan budaya sesuai kepentingan mereka.
Jadi dalam politik kiri:
Menjadi borjuis berarti bagian dari sistem penindasan kelas.
Kalau seseorang dari kalangan kiri naik kelas ekonomi dan tetap mempertahankan struktur penindasan, dia berkhianat terhadap prinsip perjuangan kelas.
2. Oportunis dalam Pandangan Politik Kiri
Oportunis dalam politik kiri adalah orang yang:
- Mengkhianati perjuangan kelas demi kepentingan pribadi.
- Berpura-pura berjuang untuk rakyat, tapi hanya untuk menaikkan posisi, jabatan, atau kekayaan.
- Tidak konsisten, mudah kompromi dengan borjuis atau elit kekuasaan.
Contoh klasik oportunisme kiri:
- Tokoh gerakan yang menjual idealisme ke partai borjuis.
- Aktivis yang masuk ke struktur kekuasaan kapitalis dan lupa perjuangan rakyat.
3. Mengapa Menjadi Borjuis “Diampuni”, Tapi Oportunis Tidak?
Dari sudut kiri radikal:
- Menjadi borjuis tidak bisa diterima, kecuali jika kekayaannya digunakan untuk perjuangan kelas (seperti revolusioner kaya yang menyumbang seluruh hartanya untuk rakyat).
- Tapi masyarakat umum (yang telah terhegemoni kapitalisme) mengagungkan kekayaan, sehingga borjuis dianggap sah.
Sedangkan oportunis:
- Lebih dibenci karena dianggap pengkhianat dari dalam.
- Karena mereka memakai wajah “revolusioner”, tapi bekerja untuk sistem yang ditentang.
Dalam istilah kiri:
Borjuis itu musuh yang jelas. Tapi oportunis adalah pengkhianat yang menyusup.
4. Contoh dalam Sejarah dan Konteks Lokal
- Josef Stalin vs Trotsky: Stalin dituduh Trotsky sebagai oportunis karena menghancurkan demokrasi buruh demi mempertahankan kekuasaan birokratis.
- Indonesia 1965: Banyak tokoh kiri dituduh oportunis karena kompromi dengan militer atau elite partai.
- Papua dan Kalimantan hari ini: Aktivis atau mahasiswa yang mengaku membela tanah air tapi kemudian kerjasama dengan perusahaan tambang atau pemerintah pusat yang merampas tanah rakyat—ini sering dilabeli oportunis oleh kelompok kiri akar rumput.
🔥 Kesimpulan Politik Kiri:
Menjadi borjuis berarti bagian dari struktur penindasan kelas.
Menjadi oportunis berarti pengkhianat ideologis dalam perjuangan rakyat.
Kalau masyarakat lebih toleran pada borjuis ketimbang oportunis, itu menandakan bahwa kesadaran kelas telah dilemahkan. Ini tantangan besar bagi gerakan kiri hari ini: membangun kembali kesadaran kelas, membongkar topeng oportunisme, dan melawan borjuis secara kolektif.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.