https://yigibalomyosua.family.blog
SIAPA SESUNGGUHNYA YANG JAHAT DI ANTARA MEREKA DUA INI
🔴EGIANUS KOGOYA ATAU
🔴 BAHLIL LAHALADIA

Coba simak baik-baik Arah perjuangan dari kedua tokoh ini
Kogeya berjuang di hutan untuk menjaga tanah alam Papua dan manusia, Sedangkan Bahlil berusaha di kota–Jakarta untuk merusak alam Papua (Raja Ampat).
Kogeya adalah orang asli Papua. Sedangkan Bahlil adalah orang non-Papua yang lahir di luar Papua, tapi besar di Papua (Fakfak). Kemudian kerap mengaku diri anak Papua juga.
Egianus berusaha agar bisa menjaga keutuhan alam dan segala satwa ciptaan Allah di Tanah Papua, yang menjadi sumber kehidupan bagi orang Papua. Sedangkan Bahlil dengan kekuatan aparat keamanan dan militer berusaha merebut, menguasai secara paksa dan mengeksploitasi Tanah Papua secara sistematis.
Kogeya angkat senjata untuk mempertahankan harkat dan martabat orang Papua. Tetapi Lahaladia mengaku diri orang/anak Papua [dengan modal pernah tinggal di Fakfak], lalu menginjak-injak harga diri orang Papua dengan kekuasaanya.
Egianus berjuang keras dengan mempertaruhkan nyawanya di hutan agar generasi penerus Papua kedepan tidak kehilangan masa depan dan kekayaan alamnya. Beda dengan Bahlil, ia berusaha keras di Jakarta dengan mempertaruhkan manusia dan tanah Papua sebagai modal komoditas politik dan ekonominya.
Hampir sebagian besar wilayah adat Ndugama itu daerah potensial, yang mengandung emas, uranium dan lainnya. Wilayah itu berdekatan dengan Freeport. Perusahaan raksasa itu bisa saja masuk melakukan operasi pertambangan dari atas permukaan.
Namun, selama 60-an tahun ini, keberadaan orang tua Kogeya hingga dirinya berhasil memperlemah hasrat para penguasa dan pengusahan besar. Bahkan laki-laki berusia 20-an tahun itu mampu mempertahankan tanah adatnya dengan harga yang sangat mahal, yaitu darah dan nyawa.
Sementara itu, Bahlil ini orang baru. Tidak hanya di Papua. Leluhur dan nenek moyang kami tidak mengenalnya. Memang demikian karena tidak punya relasi apapun. Kecuali relasi dalam kepentingan politik edeologis dan prakris yang sarat dengan kepentingan ekonomi pula.
Karirnya nampak pada 15 tahun terakhir. Pernah menjadi Menteri Investasi Indonesi, Koordinator Penanaman Modal. Sekarang menjadi Menteri SDM Indonesia. Lalu berusaha sekuat tenaga agar menguasai seluruh wilayah pertambangan emas, uranium, nikel dan lainnya di Papua dengan berbagai macam dalil.
Akhirnya, kita harus jujur katakan: Egianus lebih baik daripada Bahlil. Bahkan lebih bermoral daripada dia. Lebih beradab dari anak yang menjual nama Papua. Lebih bermartabat daripada Lahaladia.
Niscaya, Kogeya dkk lawan perusahaan dan pengusaha yang merusak alam Papua–menjaga keutuhannya. Tetapi Bahlil hadir untuk merebut dan menguasai tanah supaya mendapatkan keuntungan dari hasil kerusakan alam Papua.
Egianus tidak membunuh orang, hewan dan binatang serta merusak alamnya sembarangan. Kecuali melawan aparat keamanan dan militer, pekerja di perusahaan serta mata-matanya.
Sedangkan Bahlil dkk kasih keluar IUP hingga mengancam nasib dan masa depan manusia, alam semesta serta segala satwa yang ada di Tanah Papua.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.