Sejara perjuangan rakyat papua

Sejarah perjuangan rakyat Papua tidak terlepas dari pergerakan militer Papua Barat yang telah menjadi pondasi mempertahankan kemerdekaan bangsa Papua Barat yang telah dianeksasi oleh kolonial Indonesia.Sejak kemerdekaan bangsa Papua Barat 01 Desember 1961 merupakan revolusi demokratik bagi bangsa Papua Barat.kekerasan militer kolonial Indonesia dalam merebut Papua telah dilakukan pada 19 Desember 9161 dengan isi komando Tri komando rakyat (TRIKORA) yang dibacakan oleh Soekarno di alun-alun Utara Yogyakarta.Tidak terlepas dari itu, perjuangan rakyat Papua bertumbuh dengan sayap militer Papua Barat sebagai mempertahankan kedaulatan Papua Barat yang seutuhnya sebagai bangsa yang merdeka sejak 1 Desember 1961 secara De facto dan De Jure sebagai bangsa yang berdaulat dan mereka.Pada tahun 1965 terbentuk organisasi TERPENAL dari partai persatuan orang newgunea yang dipimpin oleh Johan Ariks dan kawan-kawannya.Koninklijk Nederlands-Indisch Leger(KNIL) atau tentara kerajaan Hindia-Belanda berkuasa selama 120 tahun dan berakhir pada 20 Juli 1950.Perang dunia kedua berakhir dan dihentikan pada 11 Desember 1959 persetujuan membangun Papoea Vrijwilligers Korps (PVK) bertujuan untuk persiapan penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua Barat.Kemudian PVK dibubarkan pada 01 Mei 1963 dibubarkan karena terjadi Aneksasi bangsa Papua.Selanjutnya mantan PVK dipimpin oleh Sersen Mayor Permenas Ferry Awom merangkul beberapa orang untuk melakukan perlawanan terhadap Indonesia pada 1 mei 1963 hingga 28 Juli 1965.Kemudian melahirkan bentuk organisasi dan taktik perlawanan yang lebih progresif dengan melahirkan OPM-TPN.Pada tanggal 1 Juli 1971 Seth Jafet Rumkorem dan kawan-kawan melahirkan proklamasi kemerdekaan bangsa Papua Barat di markas besar Viktoria desa Waris (Sekarang kabupaten Keerom). Lahirnya gerakan pembebasan nasional Papua Barat tentu untuk memprotes kepada PBB dan dunia internasional atas Keputusan New York agreement yang tidak demokratis,selain itu untuk protes beberapa perundingan yang tidak libatkan orang asli Papua.Oleh sebab itu, sebagai bentuk memperingati hari proklamasi kemerdekaan bangsa Papua Barat yang ke 53 tahun,kami melakukan dialog publik dengan merefleksikan perjuangan rakyat Papua.Selain itu untuk untuk melihat situasi internasional dimana Papua menjadi korban ekonomi politik negara Imperialisme.Untuk mendorong persatuan nasional yang tidak terbatas terhadap rakyat Papua rakyat Indonesia turun bersolidaritas terhadap rakyat Papua Barat yang terus menjadi korban akibat kejamnya Kolonialisme, Imperialisme dan Militerisme.Oleh sebab itu,Galang persatuan nasional dalam melihat musuh bersama menjadi pondasi dan poin penting dalam Galang persatuan dan kekuatan rakyat.

Medang Juang Surabaya 1 Juli 2024.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai