
KISAH PILUH YANG TAK TERHINGGA MAMA PASAR DI PAPUA
Oleh : Welinus walianggen S.Ap
Saya mau cerita sedikit kisah yang menyedihkan datang dari mama-mama pasar di Papua. Dan kisah ini saya mendedikasikan kepada kaum muda mudi Sang prantau kampung yang sedang melarat di kota metropolitan.
Saya menulis artikel ini dan mendedikasikan terlebih khusus kepada anak tani,buruh & nelayan bukan anak elite karena cerita ini tidak berfaedah bagi anak elite,tetapi sangat berfaedah bagi anak jelata.
Kawan saya mau menulis sedikit kisah mama saya dalam menafkahi kehidupan keluarganya.
dalam kisah ini mengandung pesan moral yang sangat terkesan yang bisa di petik oleh kaum muda mudi.
Pergi pagi pulang petang dialah mama pasar sosok pribadi yang kuat pekerja keras,rajin,takun,dan ulet tak sedikitpun ia merasa lelah dan menyerah dalam memerangi untuk mewujudkam masa depan anak terkasihnya.
Tanpa pamrih mama pergi ke pasar membawa sayur,ubi, buah-buahan dari hasil jerih paya & kerja keras seorang mama hanya untuk mendapatkan nilai yang tidak terlalu besar hanya untuk saratus duaratus ribuh rupiah ketika jualan Mereka laku.
Duduk di pasar jaga jualan Meraka tanpa makan minum dari jam enam pagi sampai jam enam malam tidak pernah mama merasa bosan, minder,malu, namun mama lakukan itu dengan penuh optimisme dalam mewujudkan impian dan harapan massa depan anaknya.
Ketika jualan mama tidak laku kadang pulang kosong tanpa membawa apapun,jika anaknya bertanya? Mama mana pesanan saya. Kata mama,anakku mohon maaf jualan mama tadi tidak ada yang beli tidak laku sehingga sehingga mama tidak beli pesananmu maaf.
Kadang kala jualan mama laku seandainya laku dua ratus ribuh maka otomatis mama akan menyimpan seratus lima puluh untuk biaya kuliah anaknya,mama hanya memakai lima puluh ribu pake beli beras dan sayur untuk makan sehari.
Kendati demikian hari dami hari perjuangan mama tak pernah lelah dalam mewujudkan impian,harapan dan massa depan anaknya.
Kadang mama bapak dan adik-adiknya di rumah tak pernah makan nasih adiknya menangisi nasih namun mama merayunya dengan cara mama agar ia tidak tangisi lagi, Meraka hanya makan ubi dari hasil kebunnya, kadang juga mereka makan nasih tanpa garam, tanpa lauk.
Pada suatu hari saya mengunjungi salah satu keluarga di Wamena sembari menikmati kopi, ada mama bercerita kepada saya tentang banyak hal. Yang di hadapi dalam hidupnya, anak bisa lihat kekayaan mama suda tidak ada lagi babi,kelinci,ayam suda habis di jual, ubi,keladi, sayur di kebun suda habis saya jual untuk membiayai anak uang kuliah anak saya.
Anak kami tinggal begini saja apa adanya tidak ada minyak,garam, kemarin kami makanpun, makan nasih kosong, dan hari ini beras inceran kami suda habis, jadi begitulah kehidupan sehari-hari saya anak.
Usai bercerita dengan mama tentang kehidupan mama sehari-hari sayapun segara meninggalkan rumah itu sepanjang perjalan pulang renungan saya pun begitu panjang dengan kenyataan kehidupan sehari-hari mama pasar itu.
Ada salah satu mama pasar anaknya bernama Rifaldo ia adalah anak sulung dari mama tersebut, ia sedang mengenyam pendidikan tinggi di universitas gadjah Mada ( UGM ) Yogyakarta ia suda semester tujuh.
Bapak dari Rifaldo Tuhan telah panggil mama Rifaldo selalu menjadi tunggangan bagi Rifaldo selalu berusaha,bekerja keras, keberanian, kejujuran dan lahiriah seorang mama pasar itu mendorong anaknya sampai di bangku kuliah.
Di pagi hari Rifaldo menelpon mama karena ada info dari akademik keluarkan informasi untuk sidang skripsi beberapa mahasiswa/i fakultas ekonomi jurusan akuntansi salah satunya adalah Rifaldo.
Setelah ia mendapatkan informasi Rifaldo langsung bergegas ke kios membeli pulsa dan segera menelpon mama sementara mamanya masih duduk dibawa panas terik matahari siang di pasar karena jualan mama belum laku.
Hp mama berdering nyaring mama kaget dan segera lihat siapa yang menelpon ternyata itu Rifaldo anaknya, mama berfikir pasti ia sangat perlu dan butuh,lalu mama segara mengagkat telepon dari Rifaldo.
Mama : “hallo Rifaldo Selamat pagi, mama baru sampai di pasar dan baru Taru jualan di pasar ini bagimana„?.
Rifaldo : “ia Selamat pagi mama, mama saya mau bilang tapi mama di pasar jadi”?.
Mama : “bagimana Rifaldo ada apa bilang saja,dari kampus suruh bayar uang kuliah k”?.
Rifaldo : “ia mama tadi ada informasi dari akademik besok akan adakan ujian skripsi salah satu di antara nama-nama itu ada saya nama juga mama”.
Mama : “aii wa…wa…wa trimaksih puji TUHAN, Tuhan baik akhirnya Rifaldo mama sangat senang akan ujian besok.
Rifaldo : “tapi mama saya belum bayar uang untuk ujian skripsi”.
Mama : “oh baik Rifaldo mama ada sedikit berkah dari hasil jualan yang mama Taru untuk kamu, nanti mama krim untuk besok Rifaldo ikut ujian skripsinya.
Rifaldo : ” aehh wa…wa…wa nomama Trimakasih kasih banyak.
Mama : “ia Rifaldo mama masih dipasar jadi nanti sebentar mama kirim, mama tunggu jualan sedikit sapaya mama tambah-tambah untuk kamu uang makan saat ujian nant besok.”
Rifaldo : ” baik mama trimaksih banyak wa…wa…wa.”
Setelah itu Rifaldo menunggu telfon dari mama,setalah beberapa jam kemudian mama menelpon Rifaldo uang telah mama krim sekian dengan uang makan.
Dalam via telepon seluler pesan mama kepada Rifaldo :
” Rifaldo kamu pakai uang sesuai kebutuhan kampus jika ada kelebihan pake beli makan dan minum, jangan keinginan Rifaldo melebihi kemampuan mama, mama hanya seorang diri petani seorang janda, yang terpenting Rifaldo sukses, kesuksesan Rifaldo itu dambaan orang banyak kebangaan bagi mama Rifaldo harus membuktikan bahwa Rifaldo bisa.”
Setalah Rifaldo menerima uang krimnya dari mama ia langsung membayar uang ujian skripsi. Setalah itu Rifaldo pulang ke asrama mahasiswa Papua.
Setelah beberapa menit kemudian Rifaldo mendapatkan telepon dari temanya lalu ia jemput Rifaldo dan Meraka jalan ke salah satu tokoh minuman keras. Mereka membeli minuman keras empat botol lalu Meraka flay sampai larut malam.
Setelah itu Rifaldo sadar kalau besok paginya ia ada sidang skripsi pada endingnya Meraka berdua menuju pulang dalam perjalanan pulang mereka mengalami kecelakaan maut.
Lalu mereka berdua diantarkan ke rumah sakit Bayangkari namun rifaldo tidak tertolong dan ia menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit Bayangkari jakarta untuk selamanya.
Setelah Rifaldo mengalami kecelakaan maut mama Rifaldo belum mengetahui Rifaldo yang telah menghembuskan nafasnya yang terakhir kalinya.
Setalah mama Rifaldo pulang pasar Lantaran senang atas kesuksesan anak yang melangkah satu tahap ujian skripsi lalu mama menelpon anaknya, lalu hpnya berdering tapi tidak ada yang angkat.
Mama Rifaldo sangat gelisah lalu mama menelpon lagi teman se-asrama itu mengangkat telfonya. Lalu mama dengan senang dan bangga mengapa Rifaldo selamat malam Rifaldo bagimana untuk persiapan ujian skripsi besok?.
Lalu teman Rifaldo menjawab mama izin lapor ini dengan temanya almarhum Rifaldo, sementara kami di kamar jenasa tadi Rifaldo dengan temannya mengalami kecelakaan maut dalam keadaaan beralkohol dan Rifaldo tmdtelah berpamitan menghembuskan napas yang keterahir kali-nya dari rumah sakit banyangkari jakarta Timur.
Mama langsung kaget dan mama baru pulang pasar kerana belum makan langsung pingsang ketika mendengar berita itu Karana Rifaldo adalah anak sulung dari mama itu.
Mama dan alm Rifaldo datang dari keluarga yang sederhana Karana ekonomi lemah anak terkasi Rifaldo telah di makamkan di jakarta.
Harapan dan doa mama jasad anak terkasih harus dikirimkan ke tanah kelahirannya di Papua namun harapan mama tidak tercapai.
Semua impian, harapan, dan do,a mama telah berakhir di tanah sang perantau kampung mamakota, keikhlasan seorang mama yang sangat luar biasa atas atas kepergian anak terkasinya.
Trimakasih ibuku atas semua kerelahan, pengorbanan, dedikasinya pahala surga telah di siapkan untukmu mamaku pahlawanku tanpa jasa.
Hargai usah seorang ibumu dengan jerih paya cucuran air mata, banting tulang demi mewujudkan impian dan harapan massa depan anaknya yang cerah.
Doa dan kerja keras mama adalah mama ingin melihat suatu waktu anaknya kelak anaknya agar menjadi anak yang berguna dan bernilai bagi sesama, hargai kerja keras sosok ibu pahlawan tanpa jasa.
Kamorang hargai mama, mama dengan Yeri paya berusaha mencari uang lalu krim ke kamu untuk uang makan dan uang kuliah kamorang pergi jalan mabuk Happy padahal mama kalian itu mencari uang banting tulang.
Kamorang harus Malu usaha mama itu untuk ko sukses dan jadi orang suoaya kelak ko pimpin ko Pu daerah sediri.
Gunakanlah waktumi di massa mudahmu semaksimal mungkin hari ini adalah kesempatan lusa adalah sejarah esok adalah misteri.
Kawan jangan terlena kami sedang menghadapi kematian yang sangat misterius akibat dari miras.
Kami tidak tau apa yang akan terjadi esok,kini & massa depan, kehidupan anda akan ditentukan oleh anda sendiri kematian dalam usia yang relatif muda kembali pada pribadimu.
Sebab aku ini telah mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaku mengenai kamu demikianlah firman tuhan yaitu rancangan damai sejahtera. Bukan rancangan kecelakaan maut. (Yeremia 29 : 11-14).
Bagi yang suda sukses mewujudkan harapan ayah dan ibu selamat. Bagi yang belum sukses, tetap berdoa kepada pencipta untuk mewujudkan harapan.
Menulis adalah caraku untuk berbicara.
Menuli adalah caraku untuk menyapa.
Menulisa adalah caraku untuk menyentuh anda.
Trimaksih selamat membaca, para pembaca yang berbudi pekerti luhur muliah Tuhan Yesus memberkatimu.
Agamua 17 Januari 2024
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.