BADAN KORDINASI MAHASISWA PAPUA (BKMP) SE- KALIMANTAN

LIPUTAN JUMPA PERS RILIS

BADAN KOORDINASI MAHASISWA PAPUA SE- KALIMANTAN

(Salam Cinta Salam Juang_ Karna Cinta Kita Berjuang) Hidup Mahasiswa Papua Hidup Rakya Papua Hidupa Perempuam Yang Berjuang

Amolongo, Nimo, Koyao, Koha, Kinaonak, Nare, Yepmum, Dormum, Tabea Mufa, Walak, Foi Moi, Wainambe, Nayaklak, wa..wa..wa..wa!

“Masa depan suatu bangsa yang lebih baik adalah bangsa yang menentukan masa depannya sendiri”

Latar Belakang

Pelanggaran Hak Asasi Manusia terus terjadi di Tanah Papua Hingga kini dari sejak Penggabungan Papua Barat ke dalam Indonesia melalui Penentuan Pendapat Rakyat tahun 1969, yang menurut orang Papua adalah tidak sah dan cacat hukum internasional. Karena tidak sesuai dengan prinsip demokrasi dan hukum internasional.Penangkapan, penyiksaan, pemukulan, penganiayaan, pemerkosaan, kriminalisasi dan pembunuhan hingga Mutilasi terhadap Orang Pribumi Papua di tanah Papua Oleh kolonialisme Militerisme Indonesia kejahatan kemanusiaan yang tak kunjung berhenti. Sejak tahun 1961-an hingga 2025, pembunuhan karakter bahkan pembunuhan misterius hingga nyawa rakyat Papua terus terjadi. Kita bisa menyimak berbagai kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi di Papua tidak satu pun diselesaikan oleh negara. Pada tahun 1962 sampai tahun 1969, pemerintah indonesia melakukan operasi militer di papua untuk merebut Papua dari tangan belanda, hingga pada tahun 1963 Papua dijadikan daerah.

operasi militer (Dom). Proses penghancuran sejarah & perebutan hak-hak politik orang Papua ini berlangsung Dibawah Operasi Militer besar-besaran di Papua yang mengakibatkan Jatuhnya Ribuan korban Jiwa dan masih terus berlangsung hingga Hari ini. Selain itu, Masifnya Ekploitasi yang terjadi secara berkelanjutan oleh Perusahaan-perusahaan (MNC & TNC) Mengakibatkan eksistensi Dan hak hak politik rakyat Papua semakin Di Berangus dan Hancur menuju pada proses Slow Genosida, Etnosida & Ekosida.

Kronologi Kejadian

Pada tanggal 13 mei 2025 Dalam beberapa waktu terakhir, telah terjadi insiden kontak senjata antara TNI dan TPNPB di wilayah Kampung Sugapa Lama, Kampung Ndugusiga, dan Kampung Titigi. Peristiwa ini tidak hanya menyebabkan ketakutan bagi masyarakat setempat, tetapi juga telah menelan korban jiwa dari kalangan rakyat sipil yang tidak bersalah.

Korban

Pada hari selasa 13 mei 2025 pukul 04: -05:00 tentara nasional indonesia (TNI) telah melakukan operasi secara brutal Korban 5 Warga Sipil Meninggal Dunia Atas Nama :

1. RubenWandagau,

2. Mono Bilabani,Mama

3. Hetina Mirip,

4. Junite Janabani,

5. Elisa Wandagau,

Kampung Ndugusiga Dan Jaindapa Dan Kampung Sugapa Lama Dan Hitadipa Kabupaten Intan Jaya. Pada 6 Mei 2025, Tepat Pukul 09:25 Pagi tentara nasional indonesia (TNI) melakukan seragan Roket Bom menghakibatkan Rumah Warga Di Bakar Dan Ada Dua Anak Sekolah Yang Mengalami Korban Yaitu Atas Nama Deris Kogoya 18 Tahun Dan Jimmy Waker Kampung Kelanungin,Disrik Gome Kab Puncak Ilaga . Pada 25 mei 2025 Jam 10 .15 tentara nasional indonesia (TNI ) melakukan penebakan terhadap 5 Warga Sipil Di Kampung Kimupug Kab Dogiyai Warga Sipil Korban Atas Nama

1. Marten Tebai,

2. Pios Waine

3 ,Nopentus Tebai,

4.Deserius Tebai Dan

5. Feri Tibakoto .

Sejak pada Rabu, 14 Mei 2025 Konflik bersenjata yang kembali pecah di Intan Jaya, Papua, memicu ketakutan dan trauma mendalam masyarakat di sana. Pengungsi yang tengah mencari tempat berlindung, merasa makin tak aman. ada ratusan orang di tiga distrik wilayah Kabup intan jaya, Papua Tengah mengungsi ke hutan dan kabupaten intan jaya pascakonflik bersenjata . Konflik bersenjata di Intan Jaya terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2019, sejumlah warga sampai mengungsi akibat kontak senjata yang meluas. Pada 13-14 Mei, konflik bersenjata kembali pecah melibatkan kelompok bersenjata dan TNI di sejumlah kampung di Distrik Sugapa. TNI mengklaim tengah melakukan operasi penindakan terhadap kelompok bersenjata di sana. Dampak Sosial Warga yang tinggal di intan jaya mengalami ketakutan dan trauma mendalam. penembakan dan kekerasan yang terus-menerus menyebabkan warga mengungsi karena takut, dengan beberapa distrik menjadi kosong karena penduduknya melarikan diri ke kota dan huta. Konflik bersenjata mengganggu proses pendidikan di Intan Jaya. Banyak anak-anak yang putus sekolah karena situasi keamanan yang tidak kondusif dan fasilitas sipil bahkan sd,gereja,fasilitas Kesehatan di jadikan benteng-benteng pertahan tni polri. konflik bersenjata menyebabkan kerusakan pada infrastruktur sipil melumpukan aktifitas masyarakat intan jayan dalam berkebun dan kehidupan social budaya masyarakat Intan Jaya. 

PERNYATAAN SIKAP

BADAN KOORDINASI MAHASISWA PAPUA ( BKMP) SE- KALIMANTAN

1. Presiden Republik Indonesia segera memerintahkan Panglima Tentara Nasional Indonesia agar segera tarik pasukan non organik dari seluruh tanah Papua.

2. Presiden Republik Indonesia segera membuka akses wartawan internasional dan PBB ke Papua untuk melakukan pemantauan situasi hak asasi manusia di tanah Papua.

3. Panglima TNI segera copot pangdam cenderawasih dari jabatan.

4. Panglima TNI segera memproses hukum para pelaku pembunuan sesuai SOP institusi TNI dan harus dipecat dari status anggota tentara nasional Indonesia menjadi rakyat sipil.

5. ketua komnas HAM RI Segera bentuk tim investigasi dan melakukan penjelidikan atas dugaan tindakan pindana pelanggaran HAM berat dalam bentuk kejahatan kemanusian di kabupaten intan jaya, puncak jaya dan Dogiyai.

6. Menteri Hak Asasi manusia segera mencari alternatif kebijakan penjelesaian persoalan politik di tanah papua untuk menghakiri konflik bersenjata di papua.

Demikian liputan jumpa pers ini kami disampaikan. Terimakasih. Tuhan Memberkati.

Kalimantan 6 mei 2025

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai