MASALAH RASISME ADALAH MUSUH DUNIA DAN MUSUH SESAMA MANUSIA

Diskusi publik yang di akomondir oleh kwn kwn mahasiswa di gorontalo

MAHASISWA PAPUA DI GORONTALO

Rasisme adalah masalah orang indonesia, dan juga dunia.

Karena Peneliti Papua dari Georgetown University, Amerika Serikat, Veronika Kusumaryati menyebut kasus rasisme terhadap Orang Asli Papua (OAP) selalu berulang. Perulangan itu menunjukkan bahwa rasisme terhadap OAP itu adalah persoalan struktural dan sistematik yang melibatkan kebudayaan dan kepercayaan yang mengakar. Veronika menegaskan rasisme bukan persoalan individual, tetapi berakar pada kepercayaan, perilaku, dan sistem sehari-hari masyarakat yang menganggap ras satu lebih rendah dari ras lain.

Sehinga dalam hal rasisme terhadap orang Papua, akar rasisme ini sudah berjalan lama dan mencakup berbagai aspek bernegara dan berbangsa di Indonesia. Bahkan nasionalisme Indonesia bisa dibilang berakar pada denigrasi/perendahan orang Papua. Contoh, kata ‘membebaskan’ dari Soekarno, dan sekarang ini istilah ‘NKRI Harga Mati’

Berbagai kasus rasisme terdahulu, di mana para pelakunya tidak diproses secara hukum. Dalam sejumlah kecil kasus rasisme terhadap orang Papua, pelaku diproses secara hukum, namun hanya mendapat hukuman ringan. “Padahal Indonesia memiliki Undang-undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Akan tetapi, undang-undang itu tidak dipahami dan dilaksanakan bahkan oleh penegak hukum sendiri.

Antropolog yang telah beberapa kali melakukan penelitian di Papua menyatakan tindakan rasis tidak cukup diselesaikan di level pribadi orang per orang, misalnya dengan minta maaf. “Rasisme adalah persoalan sosial dan hukum. Perubahan di level pribadi saja tidak cukup. Harus ada pembenahan besar-besaran di sistem kepercayaan, termasuk sistem pendidikan, sistem hukum, politik dan lainnya untuk menciptakan masyarakat yang anti rasis.

Orang Indonesia seharusnya bisa belajar mengapa orang Papua merasa mereka didiskriminasi secara rasial. “Orang Indonesia harus mendengar, bukan menggurui orang Papua, karena yang punya masalah rasisme adalah orang Indonesia.

Harus bicara sampai akar akarnya.
Dan menyongsong hari Rasisme yang Jatuh pada tangal 19 Agustus 2023, kami pengurus Dpc amptpi wilayah kota gorontalo adirkan Pemantik yang akan padu kita dalam diskusi, terkait dengan Thema. ” Rakyat papua Ikut 17 Agustus 1945 atau Kemerdekan 01 Desember 1961″ di Google Meet.

Jangan lupa join Sampai jumpa di Google meet kawan-kawan

PapuaLivesMatter

FreeWestPapua

PapuaMerdeka

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai